KULTUM RAMADHAN
Ramadhan 1442 H setengah perjalanan kita di bulan penuh keberkahan, hari ini Kamis 29 April 2021 jutaan umat Islam di penjuru dunia menjalankan kewajiban berpuasa. Tentu, kita patut bersyukur masih diberikan kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan agung dan sangat dinanti umat Islam di seluruh penjuru dunia ini. Ia menjadi tamu spesial, kehadirannya membawa berbagai kabar gembira serta mengandung keutamaan.
Alhamdulillah tsumma alhamdulillah, kesempatan ini merupakan anugerah terbesar dari Allah SWT kepada kita di tengah pandemi Covid-19 dan peluang emas menuai berbagai amal shalih dan kebajikan selama sebulan penuh untuk menjadi insan Muttaqin.
Mengawalinya, harus dengan tekad baik dan Azam kuat, memiliki target maksima seperti target khatam berapa kali khatam Al-Qur’an, shalat jamaah, shalat tarawih, sedekah dan amalan amalan lainnya yang akan dilaksanakan selama ramadhan.
Selain itu juga memiliki target meninggalkan larangan atau hal hal negatif selama ramadhan, mengurangi kegiatan kegiatan yang dapat merusak nilai bulan ramadhan, seperti Ghibah, fitnah, larangan larangan bagi seorang muslim dan beberapa kegiatan lainnya.
Intinya adalah semua kita harus memiliki target dan perencanaan matang untuk mengisi bulan penuh berkah ini, kemudian istiqamah dalam melaksanakan amal shalih walau kecil, sehingga ramadhan kali ini terasa spesial dan berbeda dari ramadhan sebelumnya.
Kita dituntun agar mengetahui berbagai keutamaan atau fadhilah yang ada di bulan Ramadhan untuk motivasi dan penyemangat, sehingga mampu mendorong kita kepada peningkatan ketaqwaan.
Ramadhan merupakan bulan penuh berkah, memiliki berbagai keistimewaan dan berbeda dari bulan-bulan lainnya, akan rugi kalau Ramadhan berlalu begitu saja, layaknya pergantian siang dan malam terus berjalan, tapi kita tidak bisa mengambil ibrah dari proses tersebut.
Berbagai keutamaan yang terdapat dalam bulan Ramadhan tentunya sudah pernah kita ketahui baik melalui ceramah, bacaan dan berbagai sarana media lainnya, tapi akan terasa tawar kalau keutamaan yang begitu besar tidak dinikmati.
Bulan Ramadhan disebut dengan syahrun mubarak, seperti dalam hadits Rasulullah SAW yang artinya :”Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian..” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi).
Pada bulan ini juga setiap ibadah yang kita lakukan, Allah akan melipat gandakan pahalanya. Tak hanya membentuk kesalihan individu, tapi juga kesalihan sosial, karena pada bulan ini kita digalakkan dan disunnahkan untuk berinfaq dan bersedekah.
Kesempatan untuk menyelami keberkahan bulan mulia ini sangat diperlukan berbagai persiapan termasuk perencanaan yang matang dan azam yang kuat untuk melaksanakannya, sehingga berkah Ramadhan bisa kita capai.
Inilah yang menjadikan kita seharusnya bergembira, tidak menyia-nyiakan kesempatan indah ini, karena kebaikan begitu mudah dijalankan pada bulan Ramadhan. Momen Ramadhan sangat mendukung kita untuk melakukan amal dan kegiatan yang bermanfaat mulai pagi hari hingga malam.
Ia diisyaratkan sebagai bulan kebaikan dan peluang kejahatan tertutup, namun ia akan tetap seperti bulan-bulan yang lain kalau tidak ada usaha atau komitmen dalam menggapai kebaikan dan keberkahan itu. Saat Ramadhan tiba, syaitan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka.
Hari ke 17 ini merupakan sejarah diturunkannya Al-Qur’an (Syahrul Qur’an). Untuk itu perbanyaklah membaca dan mentadabburnya, minimal selama Ramadhan bisa mengkhatamkan sekali, lebih banyak lebih bagus.
Kita juga mengetahui bahwa pada bulan Ramadhan seseorang memiliki kesempatan untuk mendapatkan ampunan seperti bayi baru dilahirkan dan meraih pahala sebanyak-banyaknya. Bahkan dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Hisyam telah menceritakan kepada kami Yahya dari Abu Salamah dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang menegakkan lailatul qadar (mengisi dengan ibadah) karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan barangsiapa yang melaksanakan shaum Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya".
Untuk itu, meski saat ini dalam kondisj pandemi Covid-19 tetaplah semangat dalam menggapai keberkahan Ramadhan, fokus ibadah dan tetap menjaga protokol kesehatan.
Jangan biarkan Ramadhan ini berlalu begitu saja. Mari berkompetisi untuk menjadi hamba taat melalui ramadhan, bukan hamba Ramadhan yang taat pada bulan itu saja. Ramadhan adalah sarana bagi sang hamba untuk lebih taat dan dekat dengan sang pencipta. Semoga kita menjadi orang-orang yang mengerjakan perintahNya, meninggalkan semua larangannya dan mencintai para fakir miskin.
Masih di awal kompetisi, mari kejar keutamaannya, sambil sejenak menyimak sebuah hadits dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, ” Kalau saja manusia tahu apa yang terdapat pada bulan Ramadhan, pastilah mereka berharap Ramadhan itu selama satu tahun.” ( HR Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan Baihaqi).
Komentar
Posting Komentar